Surat dari Ibunda yang Hatinya Terkoyak
“Ananda…Ini surat dari seorang ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.
Sejak dokter mengabari tentang kehamilanku, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat di depan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.
Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.
Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.
Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku.
Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu semakin susah melakukan gerakan.
Ananda…
Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Sementara bu telah seian lama berbuat baik kepada dirimu. Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu? Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu? Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini?
Ananda…
Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan luluh untuk wanita tua yang sudah lemah memelas dan dirudung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzat yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyertmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,
Ananda…
Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku…
Ananda…
Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.
Ananda…
Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah air mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika engkau ingin merobek-robek surat ini. Ketauhilah, “Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang beruat jelek, maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri.”
Ananda…
Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah belaian sayang dan kelelahan Ibu saat engkau sakit. Ingatlah….. Ingatlah….. Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat: “Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil.”
Ananda…
Allah berfirman, “Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal…” (Yusuf: 111)
Pandanglah masa teladan dalam Islam, masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam masih hidup, supaya engkau memperoleh potret bakti anak kepada orang tua.”
BILA HADIR RASA CINTA, JADIKAN IA CINTA YANG MEMBAWA KITA KE SURGA
Jatuh ….yang tak mengundang orang simpati ialah jatuh cinta.CINTA adalah fitrah dan karunia ILLAHI.Tidak ada siapapun yang dapat melarikan diri daripada mencintai dan dicintai.Namun demikian , puncak CINTA……..ada orang masuk surga karena CINTA dan tak sedikit orang yang di hujam ke neraka gara-gara CINTA.CINTA yang bagaimana yang bisa membawa seseorang ke surga?CINTA yang dialirkan oleh ALLAH kedalam hati, itulah CINTA yang benar, suci lagi murni.CINTA yang bukan diukur ikut pandangan mata,tapi ikut pandangan ALLAH.Ia ada karena ALLAH dan CINTA diberipun untuk dapat keridhoan ALLAH.CINTA begini tiada batasannya.Tidak pula kenal jenis kelamin dan kedudukan.Dan CINTA lahir hasil dari samaCINTA pada ALLAH.
CINTA ynag sesungguhnya ini bisa berlaku pada lelaki dan lelaki,perempuan dengan perempuan,lelaki dengan perempuan,antara murid dengan guru,suami dengan istri,sahabat dengan sahabat,rakyat dengan pemimoin, antara umat dengan Nabinya dan yang paling tinggi antara hamba dengan TUHANNYA.
CINTA KARENA ALLAH
Kalau berlaku antara lelaki dan perempuan yang tidak diikat oleh perkawinan , mereka tak akan memerlukan untuk berjumpa,berbicara atau melakukan apa saja yang bertebntangan dengan kemauan ALLAH.
CINTA mereka tidak akan tercela oleh nafsu birahi.Sebaliknya CINTA itu adalah tautan hati yang berlaku walaupun tak pernah berjumpa atau baru kenal tapi hati rasa sayang dan rindu.Hati sedih kalau orang yang kita cintai ditimpa susah,senangkalau yang dicintai itu senang.Sanggup susah dan korbankan diriuntuk senangkan orang yang dicintai.
CINTA yang begini diceritakan dalam hadist, yaitu seorang lelaki yang bertemu dan berpisah dengan sahabatnya karena ALLAH maka mereka akan mendapat perlindungan ‘ARSY ALLAHdipadang mahsyar nanti,hari dimnan masing-masing orang mengharap sangat lindungan dari matahari yang sejengkal saja dari kepala.
Kalau bertlaku antara suami istri , maka istri akan meletakkan seluruh ketaatan pada suami,hormat dan melayani suami tanpa jemu.Baik ketika suami tunjukkan sayang atau ketika suami marah-marah.Baik ketika suami kaya atau miskin ,atau suami kawin lagi , CINTA istri pada suami tidaka akan terbagi.
Karena CINTANYA pada suami datang dari ALLAH hasil ketaqwaan istri.Biarpun datangtopan badai,melanda rumah tangga,istri tetap memberikan CINTAnya yang utuh dan teguh.
Begitu juga suami , CINTA pada istri tidak pandang itu istri tua atau muda.Terpatri pada hatinya.Selagi istri taat pada ALLAH,istri tetap dikasihinya.Kalau dia ada empat istri,tentulah istri-istri akan bertanya -tanya , istri yang manakah yang paling dicintai oleh suami?Kalau CINTA itu bersumber dari ALLAH , tentu istri yang paling bertaqwalah yang paling dicintai oleh suami lebih dari istri-istri yang lain.
CINTA ALLAH YANG UTAMA
Sumber CINTA yang datang dari ALLAH akan meletakkan ALLAHyang paling tinggi dan utama.Bila berlaku perseteruan antara CINTA ALLAH dengan CINTA pada makhluk maka CINTA ALLAH dimenangkan.
Misalkan seorang istri yang CINTA pada suaminya.Tiba-tiba suami melarang istri melakukan ketaatan pada ALLAH, dalam hal menutup aurat, padahal tutup aurat itu ALLAH wajibkan.Maka kecintaan pada ALLAH itu akan mendorong nya untuk tetap malaksanakan perintah-NYA walaupun suami tidak suka ataupun harus kehilangan suami.
Sanggup dilakukan sebagai pengorbanan CINTAnya pada ALLAH.Sebaliknya kalau dia turut kemauan suami artinya kata CINTA pada ALLAH hanya pura-pura,CINTAnya bukan lagi bersumber kan ALLAH tapi datang dari nafsu.
CINTA yang datang dari ALLAH menyebabakan seseorang cukup takut untuk melanggar perintah ALLAH yang kecil ,apalagi yang besar.Seseorang yang sudah dapat mencintai ALLAH ,CINTA ynag lain jadi kecil dan rendah baginya.
Sejarah menceritakan kisah CINTA Zulaikha terhadap Nabi Yusuf.Sewaktu Zulaikha dibelenggu oleh CINTA nafsu yang berkobar-kobar pada Nabi Yusuf , dia sanggup hendak menduakan suaminya ,yang seorang menteri.
Ketika Nabi Yusuf menolak keinginannya, ditariknya baju Nabi Yusuf hingga terkoyak.Akibat dari peristiwa itu ,Nabi Yusuf masuk penjara.Tinggalah Zulaikha memendam rindu CINTANYA kepada Yusuf.
Penderitaan CINTA yang ditanggungb oleh Zulaikha menyebabakandia berubah dari seorang perempuan yang cantik menjadi perempuan tua yang tidak cantik lagi.Matanya banyak menangis terkenangkan Yusuf,hartanya habis dibagi-bagikan karena Yusuf.Sehingga datanglah belas kasihan dari ALLAH terhadapnya.Lalu ALLAH mewahyukan agar Nabi Yusuf mengawini Zulaikha setelah ALLAH mengembalikan kesehatan dan kecantikannya.
Peliknya , ketika Zulaikha mengenal ALLAH,datanglah CINTAnya pada ALLAH sehingga waktunya lebih banyak di habiskan untuk bermunajat dengan ALLAH dalam ibadah dan dzikir.
Begitulah betapa CINTA yang dulunya datang dari nafsu dapat dipadamkan bila kenal dan CINTA pada ALLAH.CINTA ALLAH adalah CINTA taraf tinggi.Puncak CINTA ini ialah pertemuan yang indah dan penuh rindu di surga yang dipenuhi kenikmatan.
CINTA pada ALLAH akan lahir pada orang yang mengenal ALLAH.Karena CINTA lahir ada penyebanya.Kalau wanita CINTA pada lelaki karena kayanya,baiknya , tampan, dan sebagainya dan lelaki CINTA wanita jarena cantik,baik ,lemah lembut dan sebagainya maka bagi mereka yang berakal akan merasa lebih patut dicurahkan rasa CINTA pada ALLAH karena segala kenikmatan itu datangnya dari ALLAH.
Ibu bapak ,suami istri, sahabat, handai taulan dan siapa yang mengasihi dan mencintai kita , hakekatnya semuanya datang dari ALLAH.Kebaikan ,kemewhan dan kecintaan yang diberikan itupun atas rahmat dan belas kasih dari ALLAH pada kita.Sehingga ALLAH izinkan makhluk-NYA yang lain CINTA pada kita.
ALLAH yang menciptakan kita makhluk-NYA , kemudian diberinya kita berbagai nikmat seperti sehat,gembira dan lain-lain.Baik kita ingat pada-NYA ataupun waktu kita lalai , tetap diberi-NYA nikmat-nikmat itu.Begitulah , kebaikan ALLAH pada kita terlalu banyak sebagaimana firman-NYA, yang berarti:
“Kalau kamu hendak menghitung nikmat -nikmat ALLAH, niscaya tidak akan terhitung.”
Besar sungguh jasa ALLAH dari menciptakan menghidupkan dan memberi rezeki, suami , istri, rumah dan macam-macamlagi yang dengannya kita melalui kehidupan dengan aman bahagia.
Alangkah biadabnya kita kalu segal pemberian ALLAH itu kita ambil , tapi lupa untuk bersyukur pada yamag Memberi.ALLAH bisa saja menyusahkan dan menyenangkan kita dengan Kehendak-NYA.
Oelh itu orang yang betul kenal dan beradab, dia malu pada ALLAH. malah karena malunya itu dia tidak nampak yang lain lebih hebat dari ALLAH.CINTAnya tertumpu pada ALLAH ,penyerahan diri pada ALLAH sungguh- sungguh.
Setiap saat menanggung rindu.lalu waktunya di habiskan untuk berbisik- bisik dengan kekasihnya.Bila CINTA ALLAH sudah penuh dalanm hatinya , maka tidak ada tempat lagi untuk CINTA selain dari itu.
Ada orang mengatakan :”JIKA KAU BERIKAN HATIMU ATAUPUN CINTAMU PADA MANUSIA NISCAYA CINTAMU NISCAYA DIA AKAN MEROBEK -ROBEKNYA.TAPI KALAU HATI YANG PECAH ITU DIBERIKAN PADA ALLAH NISCAYA AKAN DISATUKANNYA .ARTINYA CINTA DENGAN ALLAH PASTI TERBALAS. DAN ALLAH TIDAK MEMBIARKAN ORANG YANG DICINTAI-NYA MENDERITA DI AKHERAT.”
Jadi seorang yang bijak dan beradap akan meletakkan kecintaan yang besar pada ALLAH, pada Rasulullah dan barulah pada makhluk -makhluk lain di samping-NYA.Itulah peletakan CINTA yang yang betul dan menguntungkan didunia dan di akherat. Itulah dia CINTA kita pada ALLAH SWT yang patut kita letakkan.
SEKALI RASA CINTA ITU HADIR……….
INGATLAH IA ADALAH KARUNIA ALLAH………….
HIDUP INI MENJADI INDAH KARENA CINTA…………
CINTA YANG SUCI……………
BUKAN CINTA YANG MENYERET KE NERAKA.
SEKALI RASA CINTA ITU HADIR …………………
SAMBUTLAH DENGAN BENAR…………
JAGA……………….PEL
IHARA…………………
DAN JADIKAN IA CINTA YANG MENGHANTARKAN KE SURGA………………
UNTUKMU YANG DISANA
Cerpen V3
Mu,,apa kabar???,,,lama juga ya kita ngak ketemu,,,terakhir kali q liat
mu saat q di wisuda SI kemaren,,tanpa diduga2 ternyata mu datang
juga,,jujur saat q liat mu n teman2 mu berdiri di depan q waktu
itu,rasa-rasanya q tak percaya muuu,,apa aq mimpi yaaa muuuu????,,,mu
yang aq tau sehari sebelum acara wisuda q itu sedang ad di daerah
tetangga,,lha kok tiba2 hari ini nongol di depan q,menyapa q n rombongan
keluarga q,,,padahal q sempat berfikir mu takkan datang hari
itu,,,karena q sendiri tau kesibukan mu disana itu seperti apa muuuu,,
Mu tau ngak mu??,, saking kaget n groginya q liat kedatangan mu waktu itu sampai-sampai q tak tau harus ngomong apa muuu,,tak tahu harus bersikap seperti apa,,,benar-benar bleeenkkk,,,seketika q kehilangan kata2,,,mu liat sendiri kan waktu itu hanya senyumlah satu2nya yang bisa q lakukan sambil berlalu berjalan melewati mu,,padahal banyak cerita yg ingin q sampaikan sama mu,,banyak tanya yg ingin q tanyakan sama mu,,sama apa mu kesini,,kapan mu sampai di sini,,jam berapa mu berangkatnya dari sana,,nginap dimana mu malam nanti dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang lain-a,,tp ntah kenapa mu semua pertanyaan-pertanyaan itu seketika hilang, lenyap begitu saja,,bahkan nich ya muuu untuk sekedar menanyakan kabar mu saja aq lupa mu,,, hickhickhick,,,aneeeeh yaaa muuu,,,
Mu tau ngak mu??,, saking kaget n groginya q liat kedatangan mu waktu itu sampai-sampai q tak tau harus ngomong apa muuu,,tak tahu harus bersikap seperti apa,,,benar-benar bleeenkkk,,,seketika q kehilangan kata2,,,mu liat sendiri kan waktu itu hanya senyumlah satu2nya yang bisa q lakukan sambil berlalu berjalan melewati mu,,padahal banyak cerita yg ingin q sampaikan sama mu,,banyak tanya yg ingin q tanyakan sama mu,,sama apa mu kesini,,kapan mu sampai di sini,,jam berapa mu berangkatnya dari sana,,nginap dimana mu malam nanti dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang lain-a,,tp ntah kenapa mu semua pertanyaan-pertanyaan itu seketika hilang, lenyap begitu saja,,bahkan nich ya muuu untuk sekedar menanyakan kabar mu saja aq lupa mu,,, hickhickhick,,,aneeeeh yaaa muuu,,,
Oya,,maaf yaaa mu waktu itu q tak sempat ngucapin terima kasih sama mu,,karena mu telah menyempatkan hadir di acara wisuda q,,,mungkin mu marah sama q yaaa mu,,,karena q terkesan kurang menghargai kedatangan mu n teman2 mu waktu itu,,,tapi q tak bermaksud seperti itu mu,,,mungkin q juga salah karena waktu itu q sibuk sendiri,,,q akui kalau q salah mu,,,waktu itu q memang bodoh sekali,,,kenapa waktu itu q seolah2 tidak menyadari keberadaan mu,,seolah2 q tak melihat adanya diri mu,,jelas2 waktu itu mu ada di hadapan q,,,padahal jauh dilubuk hati q yg terdalam nich mu,,mu lah orang yg paling q tunggu2 muuu,,,mu lah orang yg kuharapkan pertama kali memberikan selamat n menjabat tanga q waktu itu,,mu mau tau kenapa????,,,karena muuu lah orang yg telah banyak menginspirai q,,,nasehat2 n bimbingan mu sama aq telah memberi warna tersendiri dalam hidup q,,,hingga aq bisa menjadi aq yg sekarang ini muuu,,,yaach,,seperti sekarang ini,,tp,,tp,n tp,,,huffftttt,,itu semua salah q mu,,,
Hingga sampai acara wisuda selesai,,q tak melihat adanya diri mu lg di situ,,q terus mencari2 sesosok wajah yg td sempat q temui sesaat sebelum acara wisuda dimulai,,,dia dimana yaaa???,,kok ngk ada??,, pergi kemana yaaa???,,,apa sudah pergi???,,kalau memang sudah pergi, pergi kemana???,,,q terus bertanya2 dalam hati q mu,,, kenapa mu pergi tidak bilang2 dulu sama aq,,kenapa mu tidak tunggu dulu aq mu,,,setidaknya sampai acara q selesai,,,tak ada kah kesempatan q untuk bertemu mu walau hanya sekedar untuk mengucapkan terima kasih q sama muuu tas dorongan semangat-Nya selama ini,,tak adakah kesempatan q untuk mendengar suara mu walau hanya sekedar ucapan selamat kepada q tas wisuda q???,,, tak maukah muu meninggalkan secari kenang2an untuk q,,walau itu hanya sekedar berfoto dengan q???,,,q terus mencari2,,,melihat kesana-kemari,,,tapi q tetap saja tak menemukan diri mu,,,
Ntah kenapa yaaa mu,,,waktu itu
tak terfikir oleh q untuk menghubungi mu,,menelfon mu,,,aq tak tau,,, q
hanya bisa pasrah,,, q yakin kan diri q sendiri,,mungkin masih ada lagi
orang yang lain yang ingin mu lihat,,,hhhmmmmm,,,mungkin ngk yaa mu
jauh-jauh datang kesini khusus hanya untuk melihat acara q saja???,,,q
tau q tak boleh terlalu percaya diri,,kan teman mu di sini bukan q
saja,,, q sadar itu mu,,,secara,,,q tau siapa diri mu,,,q tak boleh
berharap terlalu jauh,,,ngk boleh,,ngk
boleh,,,bangun,,bangun,,,bangun,,,
Hmmm,,,kalo di ingat-ingat,,,dah berapa lama ya mu kita berteman,,,kalo ngk salah pertama kali q kenalan sama mu tuch malah jauh sebelum q masuk kuliah,,,hmmmm,,,waktu itu q masih duduk di bangku SMA ya muuu,,,masih pake seragam putih abu-abu,,,hehehheee ,,,waktu itu kalo ngk salah mu lagi liburan kerumah sama abang q,,,sama teman-teman abang q yg lain juga,,,
Hmmm,,,kalo di ingat-ingat,,,dah berapa lama ya mu kita berteman,,,kalo ngk salah pertama kali q kenalan sama mu tuch malah jauh sebelum q masuk kuliah,,,hmmmm,,,waktu itu q masih duduk di bangku SMA ya muuu,,,masih pake seragam putih abu-abu,,,hehehheee ,,,waktu itu kalo ngk salah mu lagi liburan kerumah sama abang q,,,sama teman-teman abang q yg lain juga,,,
Eh,,tau ngak mu???,,,sebelumnya q ngk pernah ada fikiran untuk kuliah d tempat yg sama sama abang q,,,sama mu juga,,,FAKULTAS PETERNAKAN,,,padahal dulu q-Nya pengen d Kesehatan,,malah q ad dapat Beasiswa kuliah Farmasi,,,ke luar kota sich muuu tp keluarga q ngk ngijinin,,,dan guru-guru q pun nyuruhnya q lanjut ke Pendidikan,,,eh ujung-ujungnya malah nyungsep ke Peternakan,,,ampuuunn dech,,ammpuuunnn,,,eh tapi ngk pa2 muu,,,ambil ja hikmahnya yaa ngk mu,,,mudah-mudahan aja ini memang anugerah yg dipilihkan tuhan yg terbaik untuk q,,,yaaacchh,,,kesempatan untuk merasakan suka-duka kuliah di Fakultas peternakan,,,,,hmmm,,,,minimal qu bisa kenalan sama muuu,,, bisa jadi teman muu,,,sahabat muuu,,,heheheeeh,,,yaaa kan muuu
Eehhh,,tp meskipun qt satu
Fakultas tp qt kan jarang ketemu ya muuu,,,secara,,,mu kan waktu itu
jadi senior aq,,,aq-a juga lg sibuk2-a menikmati masa2 awal kuliah q,,,n
ngk banyak juga senior yg q kenal selain mu,,,paling juga ka2k mentor
q,,,be2rapa orang teman abang q yg tau kalo q adek-a,,,selebihnya
paling juga yg pernah seforum dulu waktu q ikut acara yg diadain oleh
be2rapa organisasi d kampus qt,,,tp kalo diingat2 ne mu,,kok qt ngk
pernah ya mu berada dalam satu forum kegiatan organisasi,,,padahal waktu
itu mu kan lg menjabat jd ketua disalah satu forum organisasi di
Fakultas qt,,,malah temen2 q yg q suruh daftar jd anggota-a,,aq-Nya
sendiri ntah sibuk2 apa,,,padahal kalo q gabung di sana kan asyik juga
kali ya muuu,,,qt bisa kerja bareng,,,,,,,q-nya juga jd punya kesempatan
untuk ngerasain gimana rasa-Nya kerjasama bareng orang sehebat
mu,,,heheheeeeh ,,,tp ntah lah mu,,,semua ngk kesampaian,,,
Hmmm,,oya muuu,,,kalo di inget2 lg,,,rasa2nya qt ngk pernah ya mu cerita2 banyak kalo ketemu,,,ngak seperti q ke teman2 q yg lain,,, kalo q ketemu sama mu,,, paling juga Cuma say hello ja,,,senyum,,,bis t udah dech,,,berlalu begitu saja,,,gitu2 aja trus ya muu,,,ngk da yg lain,,tp q senang lho muuu,,,sekali pun q hanya bisa liat wajah mu dari jauh,,,hmmmm,,,
Tp ntah kenapa yaaa mu,,,kok setiap q ad masalah malah sering ngadunya sama muuu,,,kalo ada apa2 pasti orang yg q ajak untuk berdiskusi tu muuu,,,pokoknya q nyaman aj untuk cerita2 sama mu,,,diskusinya tentu saja melalui Telphon tw SMS yaa kan mu,,,kita ini benar2 aneeeh,,,padahal nyatanya kalo qt ketemu mana ada berani ngomong apa2,,ckckckkc,,,,
Eeehhh,,mu tau ngk mu,,,pernah teman2 cewek q yg lain bilang kalo cara mu liat aq tu “beda aja”,,,goda mereka sama aq,,,benar tw ngk-Nya tentunya muu yg lebih tau,,,hmmmm,,,tp perasaan qt biasa2 aj,,,ngk da yg aneh2,,,yaa kan muuu,,,waktu itu q jawab gini,,”ooohhh mungkin karena q tu adek temannya dia jd dia tu mungkin nganggap q adeknya bukan hanya sekedar juniornya kayak kalian makanya kalian liatnya beda”,,,tapi tetep aj mu,,,setiap qt ketemu berpa2san pasti abis tu teman2 cewek q tu pada ribut ngomongin kalo qt tu ada apa2-Nya,,,mereka terus aj godain aq,,,meskipun q da coba jelasin ke mereka kalo mu tu teman aq,,sahabat aq,,senior aq,,teman-Nya abang aq,,,mana mugkin mu tu seperti apa yg mereka bilang,,,ada2 aj,,,hmmm,,,tapi mereka ngk percaya sama q mu,,,tetap aj q jadi olok2an mereka setiap kali mereka liat qt berpa2san,,,ckckkckk,,,teman2 q yg aneh,,,
Tapi tau ngk mu,,,belakangan ad yg aneh juga dg peraaan q muu,,,q ngk bisa pungkiri itu muuu,,,q baru menyadarinya tepat pada saat mu di wisuda,,,tiba2 aja ada rasa sedih takut kalo2 nanti mu lupa sama q,,,ngk peduli lg sama q,,,mu pergi jauh meninggalkan q,,,q ngak tau kenapa jg q bisa kefikiran seperti itu,,,rasanya aneh aja mu,,,q juga ngk ngerti sama perasaan q waktu itu,,tp di sisi lain q senang sekali lho muu,,,q bangga n bersyukur karena q sudah diberi kesempatan untuk memiliki sahabat sebaik n sehebat mu yang lu2s dg predikat “Dengan Pujian”,,,”Lulusan terbaik”,,,“Mantan aktifis” dengan segala prestai n kelebihan yg mu punya,,,tapi yaaaaaa hanya aq n Tuhan lah yg tau perasaan q waktu itu melihat mu diwisuda muuu ,,,,
Sejak saat itu q mulai merasakan ada sesuatu yg hilang mu,,,q terus saja bertanya2,,,kenapa,,kenapa n kenapa,,,kenapa juga harus ada rasa aneh seperti ini setiap kali q ingat sama mu,,,ngk mau terlalu lama berlarut2 dengan perasaan q yg ngk jelas seperti itu,,,akhirnya q putuskan untuk sedikit menjauh dari bayangan mu,,,q coba nyari2 kesibukan baru,,fokus pada kuliah q,,, q coba seminimal mungkin untuk tidak bergantung lg sama mu,,,q bulatkan tekat q untuk bisa seperti mu,,,sepertinya suatu kebahagiaan tersendiri buat q apabila q bisa menjadi inspirasi buat orang lain,,,q ingin,,,kelak,,suatu saat,,,sahabat2 q termasuk muu bangga sama q,,,,sama hal-Nya seperti q bangga sama mu waktu itu,,,,,,Yuupss,,,”Memperoleh beasiswa Pasca Sarjana n menjadi lulusan “terbaik” ,,,itu lah tekat q,,,hmmmm,,sepertinya boleh juga tuch ide,,,Bismillah,,,,
Mulai sejak saat itu lambat laun,,,sedikit demi sedikit q mulai menjaga jarak dengan mu,,,untuk jaga2 aj sih mu sebenarnya,,q ngk mau rasa ini terlalu jauh menyesatkan q,,, ntah itu mu menyadarinya atau ngk,,,yang pasti sejak menyadari perasaan q yg aneh itu,,q ngk mau lagi terus2an tersiksa dengan perasaan q sendiri,,,terjerumus dalam angan2 yg semu,,,sementara q sendiri ngk tau sebenarnya mu tu ngangap q tu seperti apa???,,,teman kah???,,,sahabatkah???,,,adik kah???,,,atau sama dengan apa yang aq rasa kan saat ini,,,rasa kagum yg sangat2 berlebihan seingat q???,,,hingga saat ini, itu masih jadi tanda tanya BESAR buat aq muuu,,,tp q ngk berani nanya langsung sama mu,,, dan mungkin sampai kapan pun q takkan pernah menanyakan itu mu,,,baik itu sama mu atau sama yang lainnya,,, biarlah waktu yg akan menjawab segala kegalauan itu,,, mu mau tau kenapa???,,,karena aq wanita,,,itulah jawabannya,,,selalu ada rahasia dibalik rahasia ya kan muu,,,q hanya bisa berdo’a,,, q percaya tuhan selalu memberikan yg terbaik untuk hamba-Nya,,,untuk qt,,,
Mu masih ingat ngk pelajaran Biologi waktu SMA dulu???,,,proses terjadinya pembuahan antara sel telur dan sel sperma,,,siapa coba yg bergerak aktif???,,sel sperma kan,,, jadi sejatinya kaum wanita itu tugasnya hanya menunggu,,,memperiapkan diri dan menyeleksi,,,hanya yang terbaiklah nantinya yang akan berhasil,,,itu lah filsafat hidup yg diajarkan guru Biologi q dulu,,,heheheheeee ,,, lagian ne mu,,,Nabi kita aja memuliakan kaum wanita,,,kenapa aq sendiri tidak memuliakan kodrat q sebagai seorang wanita,,,kalau bukan qt siapa lagi coba???,,,yaaa kan mu,,,,
Sesungguh-Nya Allah maha mengetahui yg terbaik untuk qt ,,,Q akan tetap menjaga hubungan silaturahmi ini muuu,,sampai kapan pun itu,,,kecuali nanti kalau q kena Amnesia,,,tiba2 q lupa sama mu,,,heheheeeee,,,,
Tapi anehnya ne ya muuu,,,sekuat apa pun q ingin membuang jauh perasaan aneh q ini sama mu tp tetap aja q ngk bisa muuu,,,tetap aja kalo aq ada masalah pasti ujung2nya q ngadunya sama mu juga,,,dan parahnya lagi yaaa muu,,meski kita lama ngk ada komunikasi apa lg ketemu,,tp pasti ada2 aja cara yg membuat q mau nggak mau ingat lagi sama mu,,ntah itu dari teman2 q lah yg katanya bis ketemu sama mu,,,ntah itu dari dosen2 lah yang cerita tentang mu,,,hmmmm,,ntah lah mu,,,lagi2 menggoyahkan tekat q untuk senantiasa menjaga hati q,,,
Hari berganti hari,,,minggu beganti bulan,,n bulan berganti tahun,,,qt sibuk menjalani kehidupan qt sendiri2,,,q sibuk dg urusan q juga kuliah q,,,mu mungkin juga sibuk dengan aktifitas mu disana,,,
Sudah hampir 4 tahun berlalu setelah mu pergi,,,meskipun mu ngk benar2 pergi siiih,,,beberapa kali qt juga ada ketemu,,,dan q juga masih ada se2kali ngadu sama mu,,,tapi jujur yaaa mu,,,sudah selama itu juga q masih belum mampu menemukan orang lain seperti muuu,,sebaik muuuu,,seseorang yg bisa membuat q kagum layaknya q mengagumi diri muuu,,,q masih belum bisa menemukan kenyamanan senyaman saat q bercerita dg muuu,,,hmmm,,,do’akan aq ya muuu,,,semoga q bisa menemukan wujud diri mu pada orang lain,,,yang memiliki semua kebaikan seperti yang ada pada diri mu,,,
Hmmmm,,,q penasaran juga mu,,,siapa yaaaa wanita beruntung yg berhasil mendapatkan hati mu itu???,,,hati baik yg selalu saja bisa membuat q bersyukur punya sahabat seperti muuu,,,mudah2an qt nanti mendapatkan pasangan yg terbaik yg di kirimkan sama Tuhan untuk qt yaa muuu,,,,semoga kita selalu bahagia,,,selalu menjadi yg terbaik,,,bisa memberikan yang terbaik untuk orang2 yg qt sayangi,,,n mendapatkan yang terbaik pula,,,baik di dunia n diakhirat nanti,,ammmmiiinnnn,,,
Udah dulu yaaa mu ,,,Be the best,,,,kapan pun dan dimana pun,,,
Seseorang yg mengagumi kebaikan Pribadi mu,,,
NB : Taukah muuuu????,,,
- Q mengagumi mu bukan hanya dari ketampanan muu,,karena q tau,,diluar sana masih banyak yg lebih tampan dari diri muu,,
- Q mengagumi mu bukan hanya dari kepandaian muu,, kerena ku juga sadar,,diluar sana masih ada yg lebih hebat dari muu,,,
- Q mengagumi mu bukan hanya dari kesuksesan mu,,,karena jauh sebelum mu meraih kesuksesan,,q sudah mengagumi muu,,,
- Sejatinya Q mengagumi mu semata2 karena kepribadian mu,,kebaikan hati mu,,prinsip2 hidup muu,,,dan yang paling utama adalah ketaqwaan mu,,,yg selalu saja bisa membuat q kagum pada orang seperti mu,,,
- Muuuuu,,,benar2 orang ajaib yg pernah q kenal,,, n Quuuuu,,,benar2 beruntung bisa mengenal orang seperti muuu,,,,
PENYESALAN
Cerpen Setyo Nugroho (o")
Aku tengah duduk dikursi panjang didepan teras rumah sambil memandangi dan menikmati suasana hujan disore hari.Disebelahku, Evan pun melakukan hal yang sama.Hujan kali ini diinginnya benar-benar menusuk tulang,aku dan Evan sampai memakai jaket tebal dan syal.
Aku tengah duduk dikursi panjang didepan teras rumah sambil memandangi dan menikmati suasana hujan disore hari.Disebelahku, Evan pun melakukan hal yang sama.Hujan kali ini diinginnya benar-benar menusuk tulang,aku dan Evan sampai memakai jaket tebal dan syal.
Aku memandangi setiap tetesan air hujan yang turun dari langit ,setiap tetesan air yang jatuh selalu terdengar olehku,aku sangat menyukai bunyi tetesan air hujan .Bagiku suara air hujan mempunyai arti tersendiri .Evan yang sedari tadi duduk disebelahku hanya diam membisu sambil jari-jari tangannya mengetuk-ngetuk badan meja,suara ketukannya hampir mirip seperti bunyi tetesan air hujan yang jatuh perlahan.Mungkin sahabatku itu juga memperhatikan tetesan air hujan atau mungkin dia ingin menghiburku karena dia tahu aku menyukai bunyi tetesan air hujan.
Kupandangi Evan,Evan pun
berpaling memandangku dan tersenyum padaku.Lama.Namun,lambat laun
senyuman Evan menghilang dari hadapanku,wajah dan tubuhnya pun mulai
melenyap dan sekarang aku sendri terpaku dihadapan hujan besar sambil
memandang kebencian pada hujan diminggu sore ini.
Air mataku setetes demi setetes mulai berjatuhan, sekarang wajahku telah banjir dengan air mata.Aku kembali teringat dengan kisah seminggu yang lalu,hari dimana aku terakhir bersamanya.
Minggu hari,aku dan Evan seharian itu bermain dikebun teh ,kami membantu memetikan daun teh,dan kami pun seperti orang gila,berpura-pura menjadi pendaki gunung yang ceritanya sedang berpetualang mendaki gunung Jayawijaya.
“Pemirsa sekarang kami sudah berada diketinggian 11500 m.Pemirsa disini sangat dingin sekali sampai menusuk tulang,karena gunung ini diselimuti oleh salju abdi.wow subahannallah.”Evan memeragakan menjadi seorang reporter TV.Sudah seperti orang sakit jiwa.Hahaha.Dasar Evan.
Aku heran waktu disuruh Evan ambil ranting poohon,aku bingung dengan perintah itu untuk apa ranting pohon?,namun aku teteap mengikuti kata Evan.Kuambil ranting pohon yang agak besar didekat pohon mangga.
“Din,kamu sekarang jadi cameramen ya.anggap ranting kayu itu sebagai kameranya”
Hah?aku tertawa terbahak menyaksikan tingkah Evan yang seperti anak kecil.Tak ada tawa ataupun senyuman dari wajah Evan ketika menyuruhku berpura-pura menjadi seorang cameramen ,raut wajahnya justru serius seperti seorang bos sungguhan.
![]() |
| Cerpen Remaja |
Aneh Evan kalau becanda..
Kuturuti kata-kata Evan,berpira-pura menjadi seorang cameramen,kutaruh dan kepegang ranting kayu itu diatas pundakku,lalu aku mengikuti setiap langkah Evan,dia kekanan aku kekanan,dia kekiri aku kekiri.
Aku dan Evan akhirnya menyudahi permainana dan tingkah gila kami.Aku lalu duduk dibawah pohon mangga untuk menghlangkan keringat-keringat yang menempel didahi dan leherku.Untung udara dikebun teh ini sejuk jadi meskipun berkeringat ‘hawa’nya tidak panas.
Dengan sigap Evan berlari kearah pohon mangga lalu menaikinya dengan lincah selincah orang utan,haha.Aku yang berada dibawah pohon mangga sampai terkaget.
Sambil menegadah keatas aku meilihat Evan mengambil beberapa mangga.Enak sekali dia,sembarangan ajah ambil-ambil mangga sebayaknya dia suka padahal nggak tahu pohon mangga ini punya siapa.Mungkin karena itu ya dia nggak tahu jadi dia asyik ajah ambil banyak.
Evan menyuruhku menangkap mangga-mangga yang dia ambil.Evan cari masalah udah tahu aku nggak jago nangkep,segala diduruh tangkep-tangkep ajah.Tapi untungnya aku bias mengakapnya denan sempurna.hehe.
Aku mengumpulkan beberapa mangga yang sudah Evan petik.Beberapa saat setelah itu,tiba-tiba saja punggungku terasa ‘adem’seperti ditiup angin,dan akupun merasakan tiupan angin yang berseleweng dileherku.Kepalingkan wajahku kebelakang dan ternyata Evan.
Pantas saja dia dari tadi nggak turun-turun dari atas pohon ,ternyata dia membuat kipas dari lembar-lembar daun mangga.Ada-ada ajah,tapi unik kok,keren juga,idenya boleh bangat.
Ini yang aku suka dari Evan,meskipun tingkahnya suka gila,tapi dibalik itu ada kejutan kecil yang sering dia berikan.Aku ribdu akan itu,rindu akan kejutan kecilnya.Aku menyesal karena belum bisa membalas kejutan kecilnya.
Dibawah pohon mangga itu.Aku dan Evan duduk berdua berdampingan sambil memendangi puncak bukit yang tertutupi awan putih.Au terus memandanginya.Memandangnya dengan penuh konsen,sampai aku merasakan awan-awan itu berjalan dan membentuk sebuah gambar yang rasanya pernah aku lihat dan sering aku lihat.
Awan itu membentuk bulatan yang tak sempurna ,ditengan bulatan itu tergambar sebuah garis membentuk seyum dan diatas senyum itu terdapat gambar dua bulatan kecil.Lukisan awana yang menggambarkan wajah.Yang bagiku lukisan awan itu seperti wajah Evan,karena garis senyum itu seperti senyum sahabat kecilku.Evan.
Lukisan awan itu perlahan berjalan ,berjalan menjauh dari pandanganku dan perlahan-lahan lukisanya mengecil…mengecil dan musnah.
Dadaku langsung terasa sesak ,hatiku menjadi tak tenang.Mengapa wana itu membentuk senyum Evan yang membuat hatiku menjadi tak tenang stelah senyuman awan itu menhilang dan musnah.
Kutatap wajah cowok disampingku itu,dengan tatapan takut.Takut akan kehilangannya.Cukup lama aku menatapnya hingga akhirnya aku tersadar.
“Hei kamu kenapa?”Evan mengayun-ayunkan tanganya didepan wajahku.
“ng..gak,aku ng..gak kenapa-ke..napa”aku sedikit gagap menjawab tanyanya.Untung Evan tak sadar kalau sejak tadi aku memandanginya.
“Masa..kok kayaknya wajah kamu nggak tenang gitu?”Evan mengerutkan dahi,dipandanginya wajahku.
“serius aku nggak kenapa-kenapa Evan”
“terus kenapa wajah kamu kaya nggak tenang gitu?”Tanya Evan lagi penasaran.
“Ah,emang wajah aku kelihatan nggak tenang ya?”Kataku dengan nada suara yang agak lebih ceria,aku tak mau Evan sampai tahu tentang perasaanku yang memeng benar sedang tidak tenang
“Iya kan aku yang lihat”Evan menceriakan nada suaranya.Munkin dia juga tak ingin suasana berubah menjadi sedih
“hayoh…kamu dari tadi liatin aku ya?”ledekku penuh ceria.
“teriak Evan pas didepan wajahku”
“din kira-kira persahabatan kita udah berapa lama ya?”Tanya Evan yang mengembalikan suasana menjadi sunyi.
“hhmm kurang lebih 12 tahunan.Emang kenapa Van?”
“lama juga ya.Apa kamu ada perasaan sama aku?”Tanya Evan lagi ,sambil matanya lurus kedepan.Entah apa yang dilihatnya.
“Ada,tetapi perasaan seorang sahabat”jawabku santai,tanpa ada beban apapun dihatiku,karena memang perasaanku pada Evan adalah perasaan seorang sahabat.
“dan kamu tahu,perasaan aku kekamu adalah perasaan cinta seoarang lelaki kepada wanita yang disayanginya.Bukan sebagai seorang sabahat”
Duk..detak jantungku serasa berhenti ,mataku terbelalak.Kata-kata itu tiba-tiba mengingatkanku kembali pada kejadian dimasa waktu aku masih kelas 4 sd.Dimana hal yang sama membuatku kaget seperti ini.
Waktu itu ditempat yang sama ,dikebun teh ini .Saat itu setelah pulang sekolah aku dan Evan jalan-jalan dulu dikebun teh ini sambil memetik bunga madu yang ada ada disekitar kebun.Kami bercanda-canda sambil tertawa-tawa kecil ,namun tiba-tiba saja Evan mendekatiku dan membisikan sesuatu dikupingku “aku sayang sama kamu” lalau dengan begitu saja dia berlari pergi menginggalkanku sendiri yang masih terkaget dengan ucapannnya.Apa maksudnya berkata begitu padaku aku masih belum mengerti saat itu.Belum mengerti tentang artinya cinta.
Aku dan Evan sama-sama masih kecil,masih kelas 4 sd.Kami adalah anak-anak yang belum mengerti arti cinta sesunggunya,tapi Evan dia beraninya untuk berucap.Waktu iitu aku menganggap ucapan Evan itu adalah sebuah candaan belaka.
Kami pun beranjak remaja ,lalau akau tanyakan pada Evan tentang hal yang pernah dia ucapkan dulu.Setiap ketanyakan dan setiap kuingatkan dia tentang masa itu,dia selalau menjawab”aku tak ingat pernah mengatakan itu aku benar-benar tak ingat”.Aku tak tahu entah dia benar lupa atau dia pura-pura lupa.
Sekarang ditempat yang sama dikebun teh ,Evan kembali mengucapkan hal yang serupa tentang perasaannya padaku ‘bukan hanya sekedar seorang sahabat’ dan sekarang aku tahu Evan pura-pura lupa dengan ucapannya pada masa itu ,buktinya dia kembali mengucapkannya sekarang.MUNGKIN.
“Dinda ,kamu memang menganggap aku sebagai seorang sahabat ,tapi aku mengangap kamu sebagai belahan jiwa.Aku masih ingat,waktu itu kamu pernah bilang padaku,carilah pasangan hidupmu yang bisa membuat hatimu terus semangat ,tersenyum dan tertawa agar masa tuamu penuh warna .Jika pasangamu hanya bisa memberikan harta dan cinta ,tapi tak memberikan semangat ,senyum,dan tawa untuk hidupmu ,serasa hidup hanya berwarna hitam dan putih .Mengapa harus memilih hitam dan putih kalau ada warna-warna yang lebih indah”lalu dipandanginya wajahku sejenak.
“Evan mungkin sepasang kekasih hubungannya bisa terputus ,tapi tidak dengan sahabat yang hubungannya tak bisa terputus.Maka dari itu akau ingin selalu jadi sahabatmu,karena aku tak ingin terputus dan terpisah darimu” kali ini aku yang memandang lurus kedepan,ketika itu aku sadar sebenarnya Evan memandangiku.cukup lama.
***
Pantas saja yang selama ini dia lakukan umtukku .Dia rela hujan-hujanan karena meminjamkan jas hujannya padaku,dia rela tak kumpul bareng dengan teman-temannya ketika aku sedang dilanda masalah,dia suka menghiburku ketika aku sakit bahkan dia sampai tertidur menungguiku waktu aku dirawat dirumah sakit.Alasan dia melakukan itu kata yang dia ucapkan,wanita itu lemah,tapi juga kuat,dia lemah karena sering mambagi kekuatannya yang berisi keceriaan ,semangat,dan canda kepada pria .Jadi ketika wanita itu sedang lemah prialah yang harus membantunya mengembalian kekuatan itu.
Jadi semua itu dia lakukan bukan karena sekedar sahabat?tapi karena perasaan terdalamnya.Kenapa Evan tak mengungkapkannya sejak dulu ketika rasa dihatiku sama seteriti apa yang Evan rasakan saat ini,kenapa dia mengungkapkannya lagi justru ketika perasaan ini telah hilang.Hilang seperti tertiup angin.
***
Langit yang tadinya cerah berubah mendung menampakan awan-awan hitam yang akhirnya menjatuhkan tetes-tetes air hujan.Lama kelamaan tetesan-tetesan itu berubah menjadi deras,akhirnya aku dan Evan mememutuskan untuk berteduh disaung yang berada beberapa meter dari tampat kami berada .
Aku, Evan berlari dibawah derasnya hujan ,diatas jalanan yang licin karena bebatuan-bebatuan kecil.Aku sempat terjatuh karena tersandunng bebatuan,Evan lalu membantuku berdiri,untuk kedua kalinya aku tejatuh lagi kali ini aku tersandung sandalku sendiri yang terlepas karena licin tersiram air hujan.Evan membantuku berdiri lagi ,kali ini dia menuntunku berjalan.Percuma saja kami tetap kehujanan karena kakiku yang sakit,kami pun jadi harus berjalan bukannya malah lari.
Tiba disaung,aku langsung membaringkan tubuhku,duduk dan meneduh,tapi Evan tak langsung seperti aku,dia masih tetap berdiri,dia justru membersihkan sandalnya yang kotor terkena tanah.Apa coba yang dia lakukan,aneh.Udah tahu masih hujan deras dia malas bersihin sepatunya,kan itu bisa nanti.Ya sudahlah.
Memang ya kita tak akan tahu takdir Tuhan itu kapan datang,mau detik atau menit atau besok kita mati pun itu bisa saja terjadi,seperti yang saat itu aku rasakan .Sebuah motor melaju dengan kecepatan tinggi melawan derasnya hujan dari arah belakang,mungkin karena hujan diasulit mengendalikan motornya,mumgkin karena hujan dia sulit melihat dengan jelas ketika sedang berkendar makanya motor yang dikendarai lelaki muda itu menghantam Evan yang saat itu sedang berdiri,seketika tubuhnya terbujur lemas dan mengeluarkan banyak darah,namun pengendara motor itu pergi begitu saja.
***
Ternyata lukisan awan yag
menggambarkan wajah Evan adalah pertanda bahwa aku akan kehilangannya
untuk selamanya.Seharusnya waktu itu aku memilih Evan untuk menjadi
kekasihnya ,karena lebih baik kehilangannya karena menjadi kekasihnya
dari pada harus menjadi sahabatnya tapi harus kehilangan untuk
selamanya.
BOHONG
Cerpen Uustiani
Dini , menatap kedua sahabatnya dengan penuh harap , matanya yang besar dan segar berbinar-binar tanda semangat. “jadiiiii....”ucapnya menatap kedua sahabatnya Anggi dan Saska.
“hmmhh.”ucap Anggi malas-malas gadis remaja itu membersihkan roknya yang tidak kotor tanda bahwa ia sedang bimbang.
“ya mau gimana lagi kalau kamu maksa.”balas Saska dengan tidak ikhlas.
“asiiiiikkk , yippiii, yippiii.”nyanyi Dini sembari menari-nari gak jelas.
“aku janji gak akan ngecewain kalian lagi, bener deh . sueeerrr.”
“iya-iya, inget tuh sama janji.”ucap Anggi
“siiiip.”balas Dini tersenyum penuh kemenangan.
****
Din, elu dimana?ini udah jam 11 malem , nyokap lu nyariin tuh.
Dini membuka sms dari Saska
Din, bls dong sms gue. Ah elu payah ingkar janji mulu
Sekarang sms itu dari Anggi, sudah limabelas kali dia mengirim sms
“kamu smsan terus sayang, matiin donk hpnya aku kan bete.”ucap Dimas
“pulang yuk Dim, udah malem aku takut Mama nyariin aku.”jawab Dini sambil meremas lengannya Dimas, gadis berambut ikal itu tampak lucu dengan rambut ikalnya yang bergoyang-goyang.
“karena udah malem jadi kita nginep disini dulu ya, besok pagi aku antar kamu pulang. Kamu maukan? Daripada kita celaka, apalagi daerah jembatan itu gelap banget yank.”ucap Dimas membujuk sambil mengusap-usap kepala Dini.
“aahh,kamu gitu mana janji kamu Dim.”ucap Dini kesal.
“sabar Andini, mau kamu apa sih?ga pengertian banget jadi cewe.”ucap Dimas kesal.
“au ah, ga peduli aku.”sahut Dini ketus.
“ahh,”Dimas lalu menampar pipi Dini, plakkkk.......
“JANGAN MANCING EMOSI AKU ANDINI.”ucap Dimas setengah berteriak , takut kalau teman-temannya mendengar suaranya.
“iya Dim.”ucap Dini mengangguk sembari sesenggukan.
“kalau sekali-lagi aku dengar kamu minta pulang, aku robek mulut kamu.”ujar Dimas dengan wajah memerah.
Dini , menatap kedua sahabatnya dengan penuh harap , matanya yang besar dan segar berbinar-binar tanda semangat. “jadiiiii....”ucapnya menatap kedua sahabatnya Anggi dan Saska.
“hmmhh.”ucap Anggi malas-malas gadis remaja itu membersihkan roknya yang tidak kotor tanda bahwa ia sedang bimbang.
“ya mau gimana lagi kalau kamu maksa.”balas Saska dengan tidak ikhlas.
“asiiiiikkk , yippiii, yippiii.”nyanyi Dini sembari menari-nari gak jelas.
“aku janji gak akan ngecewain kalian lagi, bener deh . sueeerrr.”
“iya-iya, inget tuh sama janji.”ucap Anggi
“siiiip.”balas Dini tersenyum penuh kemenangan.
****
Din, elu dimana?ini udah jam 11 malem , nyokap lu nyariin tuh.
Dini membuka sms dari Saska
Din, bls dong sms gue. Ah elu payah ingkar janji mulu
Sekarang sms itu dari Anggi, sudah limabelas kali dia mengirim sms
“kamu smsan terus sayang, matiin donk hpnya aku kan bete.”ucap Dimas
“pulang yuk Dim, udah malem aku takut Mama nyariin aku.”jawab Dini sambil meremas lengannya Dimas, gadis berambut ikal itu tampak lucu dengan rambut ikalnya yang bergoyang-goyang.
“karena udah malem jadi kita nginep disini dulu ya, besok pagi aku antar kamu pulang. Kamu maukan? Daripada kita celaka, apalagi daerah jembatan itu gelap banget yank.”ucap Dimas membujuk sambil mengusap-usap kepala Dini.
“aahh,kamu gitu mana janji kamu Dim.”ucap Dini kesal.
“sabar Andini, mau kamu apa sih?ga pengertian banget jadi cewe.”ucap Dimas kesal.
“au ah, ga peduli aku.”sahut Dini ketus.
“ahh,”Dimas lalu menampar pipi Dini, plakkkk.......
“JANGAN MANCING EMOSI AKU ANDINI.”ucap Dimas setengah berteriak , takut kalau teman-temannya mendengar suaranya.
“iya Dim.”ucap Dini mengangguk sembari sesenggukan.
“kalau sekali-lagi aku dengar kamu minta pulang, aku robek mulut kamu.”ujar Dimas dengan wajah memerah.
Dini membuka matanya, dia melihat jam tangan. Sudah jam empat pagirupanya.
dia lalu membuka pintu menuju kamarnya Dimas, sepi.... mungkin teman-temannya Dimas sudah pulang. Berarti dirumah ini hanya ada dia, Dimas, dan mbak Tiwi kakaknya Dimas.
“Dim....Dimas.....”ucap Dini sambil mengetuk kamarnya Dimas.
“apa sayang , kok pagi banget bangunnya?emang mau pulang jam berapa?”balas Dimas sambil mengusap-usap rambutnya dari belakang, sepertinya dia dari dapur, pantas tak ada dikamar.
“iya, Dim. Habis subuh kita pulang.”sahut Dini menunduk untuk menyembunyikan wajah lebam di pipinya.
“oh, yaudah berarti aku mandi sekarang ya sayang. Maafin aku ya sayang nanti sebelum pulang kita kerumah sakit dulu ya. Aku benar-benar menyesal.”ucap Dimas , sorot matanya menunjukan rasa bersalahnya yang teramat dalam.
“gak usah, pakai es batu juga sembuh, yang penting kita pulang dulu.”
“gak bisa sayang, nanti mama kamu nanyain.”
“iya wajar kalau mama aku nanyain.
“nanti kalau ditanya, kamu jawab apa?
“ditampar kamu.”sahut Dini asal, dia masih kesal dengan kejadian semalam.
“kok kamu gitu Din,nanti mama kamu makin gak suka sama hubungan kita.”
“ya iyalah, gimana mau suka. Kamunya aja begitu, nampar aku mulu, marahin aku mulu. Udah sering aku maafin kamu, tapi kamu gak pernah berubah.”ucap Dini kesal, air mata berurai di wajahnya yang bening berseri-seri, dia semakin cantik bila menangis.
“aku janji Andini Maharani, aku akan berubah.”ucap Dimas sambil mengusap air mata Dini dengan kedua tangannya.
****
“Saskaaaaaaaaaa, Anggiiiiiiiii.”ucap Dini seraya melambaikan tanganya agar terlihat oleh dua sahabatnya, gadis itu melompat-lompat penuh semangat, kedua sahabatnya yang berniat ingin mendiamkannya, kini urung dengan niatnya.
Dini lalu menghampiri mereka dengan setengah berlari, “maaf banget ya masalah kemarin , aku udah ingkar janji sama kalian, aku mohon maafin aku ya?aku menyesal.”ucap Dini lagi-lagi matanya berbinar penuh harapan, benar-benar mata cantik yang mempesona.
“tumben bahasa lu sopan.”ucap Saska penuh sarkasme.
“udah dong jangan begitu.”bujuk Dini.
“iya, gimana malem minggu?kenyang gak?”Tanya Anggi pedas.
“ah, gue di tampar lagi.”ucap Dini polos.
“emang lu aja yang bego, mau aja sama psikopat model kampung.”sahut Saska.
Dini terdiam, dalam hati dia merasa bahwa kedua sahabatnya cocok untuk jadi kritikus tulen.
“tenag aja , gue udah mau putusin dia kok.”ucap Dini.
“alahhh, nanti juga lu balik lagi kepelukannya dia.”balas Saska.
“sas, gue sama dia udah pacaran tiga tahun, gak gampang buat mutusin dia.”sahut Dini , bibir kecilnya bergetar, tanda akan emosi yang telah meluap-luap.
“lu, udah temenan ama kita dari kecil, lu mau pilih mana.”tantang Anggi, jika marah wajahnya menjadi semakin mirip dengan presenter berita ‘Najwa Shihab’.
“gue pilih kalian , tapi gue butuh waktu buat move-on.”
“alaahh basi.”sahut kedua sahabatnya dalam hati.
***
“mereka nyuruh aku mutusin kamu, tapi aku gak mau.”ujar Dini sembari menelpon Dimas.
“kok mereka gitu sih yang , mereka gak suka ya sama aku?”Tanya Dimas.
“suka yang, tapi mereka gak suka kalau kamu kasarin aku.”
“oh, hari jum’at kamu ada acara ga yang?”Tanya Dimas lagi.
“ada yang, mama ngajakin aku kekantornya.”
“yah, ga bisa main dong yang?Dimas agak kecewa.
“maaf sayang.”
Hari Jum’at.......................
“sayang, maaf ya, kamu kekantor mama hari sabtu aja, hari ini mama meeting.”
“iia ma, gak apa-apa kok.”sahut Dini kecewa lalu menutup telponnya, dia menyesal karena menolak ajakannya Dimas.
“Anggi hari ini pergi sama abangnya, Saska lagi apa ya, mungkin dia mau diajak main.”ujar Dini semangat lalu meraih handphonennya.
nomor yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan..............
“huh, gak bisa.”
Dimas sedang apa ya, ucapnya dalam hati lalu menelpon Dimas.
“apa sayang?aku mau main futsal, nanti aku telpon kamu ya?aku sayang kamu mmuuuuaaaccchhh.”ucap Dimas buru-buru lalu mematikan telponnya.
“ahh, Dimas main futsal, aku susul ahh pasti dia senang.”ujar Dini tersenyum.
****
“Dim,,,, ada yang nyariin tuh.”ucap Anto sambil menunjuk keluar lapangan.
“siapa?”Tanya Dimas.
“gak tau.”jawabnya.
“yaudah suruh masuk aja kelapangan.”sahutnya sambil menenggak air mineral.
tiba-tiba Dini sudah muncul di hadapannya, “sayaaaanngg, ada kejutan buat kamu. Aku kira kamu main futsal di tempat biasa,ternyata enggak , aku sampai nelpon mbak Tiwi untuk cari alamatnya, akhirnya ketemu juga, untung kamu belum pulang.”cerocos Dini tanpa henti, namun tiba-tiba dia kaget melihat Anggi yang juga berada disampingnya Dimas.
“Gi, lu bukannya pergi sama abang lu ya? Kok bisa ada disini ? emang tempat les pianonya bang Gilang ya disini?”ucap Dini polos matanya melirik kearah Dimas penuh curiga, penuh tanda Tanya.
“lah Dim, banyak amat cewe lu. Bagi dong satu, daritadi lu mesra-mesraan mulu.”ucap teman-temannya dari ujung lapangan.
mata Dini memerah seketika...............
plakk.....plakk...........
Dini menampar Dimas bolak-balik.
“Dim,maksud lu apa?”
“lu salah paham Din, tadi kita kebetulan ketemu terus.......
“ahh, sial lu , emang lu kira gue bego. Gue tau lu selama ini smsan ama cowo gue, gue sering baca sms dari
dia lalu membuka pintu menuju kamarnya Dimas, sepi.... mungkin teman-temannya Dimas sudah pulang. Berarti dirumah ini hanya ada dia, Dimas, dan mbak Tiwi kakaknya Dimas.
“Dim....Dimas.....”ucap Dini sambil mengetuk kamarnya Dimas.
“apa sayang , kok pagi banget bangunnya?emang mau pulang jam berapa?”balas Dimas sambil mengusap-usap rambutnya dari belakang, sepertinya dia dari dapur, pantas tak ada dikamar.
“iya, Dim. Habis subuh kita pulang.”sahut Dini menunduk untuk menyembunyikan wajah lebam di pipinya.
“oh, yaudah berarti aku mandi sekarang ya sayang. Maafin aku ya sayang nanti sebelum pulang kita kerumah sakit dulu ya. Aku benar-benar menyesal.”ucap Dimas , sorot matanya menunjukan rasa bersalahnya yang teramat dalam.
“gak usah, pakai es batu juga sembuh, yang penting kita pulang dulu.”
“gak bisa sayang, nanti mama kamu nanyain.”
“iya wajar kalau mama aku nanyain.
“nanti kalau ditanya, kamu jawab apa?
“ditampar kamu.”sahut Dini asal, dia masih kesal dengan kejadian semalam.
“kok kamu gitu Din,nanti mama kamu makin gak suka sama hubungan kita.”
“ya iyalah, gimana mau suka. Kamunya aja begitu, nampar aku mulu, marahin aku mulu. Udah sering aku maafin kamu, tapi kamu gak pernah berubah.”ucap Dini kesal, air mata berurai di wajahnya yang bening berseri-seri, dia semakin cantik bila menangis.
“aku janji Andini Maharani, aku akan berubah.”ucap Dimas sambil mengusap air mata Dini dengan kedua tangannya.
****
“Saskaaaaaaaaaa, Anggiiiiiiiii.”ucap Dini seraya melambaikan tanganya agar terlihat oleh dua sahabatnya, gadis itu melompat-lompat penuh semangat, kedua sahabatnya yang berniat ingin mendiamkannya, kini urung dengan niatnya.
Dini lalu menghampiri mereka dengan setengah berlari, “maaf banget ya masalah kemarin , aku udah ingkar janji sama kalian, aku mohon maafin aku ya?aku menyesal.”ucap Dini lagi-lagi matanya berbinar penuh harapan, benar-benar mata cantik yang mempesona.
“tumben bahasa lu sopan.”ucap Saska penuh sarkasme.
“udah dong jangan begitu.”bujuk Dini.
“iya, gimana malem minggu?kenyang gak?”Tanya Anggi pedas.
“ah, gue di tampar lagi.”ucap Dini polos.
“emang lu aja yang bego, mau aja sama psikopat model kampung.”sahut Saska.
Dini terdiam, dalam hati dia merasa bahwa kedua sahabatnya cocok untuk jadi kritikus tulen.
“tenag aja , gue udah mau putusin dia kok.”ucap Dini.
“alahhh, nanti juga lu balik lagi kepelukannya dia.”balas Saska.
“sas, gue sama dia udah pacaran tiga tahun, gak gampang buat mutusin dia.”sahut Dini , bibir kecilnya bergetar, tanda akan emosi yang telah meluap-luap.
“lu, udah temenan ama kita dari kecil, lu mau pilih mana.”tantang Anggi, jika marah wajahnya menjadi semakin mirip dengan presenter berita ‘Najwa Shihab’.
“gue pilih kalian , tapi gue butuh waktu buat move-on.”
“alaahh basi.”sahut kedua sahabatnya dalam hati.
***
“mereka nyuruh aku mutusin kamu, tapi aku gak mau.”ujar Dini sembari menelpon Dimas.
“kok mereka gitu sih yang , mereka gak suka ya sama aku?”Tanya Dimas.
“suka yang, tapi mereka gak suka kalau kamu kasarin aku.”
“oh, hari jum’at kamu ada acara ga yang?”Tanya Dimas lagi.
“ada yang, mama ngajakin aku kekantornya.”
“yah, ga bisa main dong yang?Dimas agak kecewa.
“maaf sayang.”
Hari Jum’at.......................
“sayang, maaf ya, kamu kekantor mama hari sabtu aja, hari ini mama meeting.”
“iia ma, gak apa-apa kok.”sahut Dini kecewa lalu menutup telponnya, dia menyesal karena menolak ajakannya Dimas.
“Anggi hari ini pergi sama abangnya, Saska lagi apa ya, mungkin dia mau diajak main.”ujar Dini semangat lalu meraih handphonennya.
nomor yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan..............
“huh, gak bisa.”
Dimas sedang apa ya, ucapnya dalam hati lalu menelpon Dimas.
“apa sayang?aku mau main futsal, nanti aku telpon kamu ya?aku sayang kamu mmuuuuaaaccchhh.”ucap Dimas buru-buru lalu mematikan telponnya.
“ahh, Dimas main futsal, aku susul ahh pasti dia senang.”ujar Dini tersenyum.
****
“Dim,,,, ada yang nyariin tuh.”ucap Anto sambil menunjuk keluar lapangan.
“siapa?”Tanya Dimas.
“gak tau.”jawabnya.
“yaudah suruh masuk aja kelapangan.”sahutnya sambil menenggak air mineral.
tiba-tiba Dini sudah muncul di hadapannya, “sayaaaanngg, ada kejutan buat kamu. Aku kira kamu main futsal di tempat biasa,ternyata enggak , aku sampai nelpon mbak Tiwi untuk cari alamatnya, akhirnya ketemu juga, untung kamu belum pulang.”cerocos Dini tanpa henti, namun tiba-tiba dia kaget melihat Anggi yang juga berada disampingnya Dimas.
“Gi, lu bukannya pergi sama abang lu ya? Kok bisa ada disini ? emang tempat les pianonya bang Gilang ya disini?”ucap Dini polos matanya melirik kearah Dimas penuh curiga, penuh tanda Tanya.
“lah Dim, banyak amat cewe lu. Bagi dong satu, daritadi lu mesra-mesraan mulu.”ucap teman-temannya dari ujung lapangan.
mata Dini memerah seketika...............
plakk.....plakk...........
Dini menampar Dimas bolak-balik.
“Dim,maksud lu apa?”
“lu salah paham Din, tadi kita kebetulan ketemu terus.......
“ahh, sial lu , emang lu kira gue bego. Gue tau lu selama ini smsan ama cowo gue, gue sering baca sms dari
Dimas ke elu, tapi gue diem aja. Gue mau cari bukti dulu, gue gak mau langsung nuduh.”
“Din, gue khilaf, gue janji.........
“udah , udah, makasih Dim karena selama tiga tahun lu udah aniaya gue terus, mampus aja lu Dim, karena udah nyakitin gue, lu juga Gi , ngaku mah sahabat, sok peduli , sok perhatian , ternyata lu menggunting dalam lipatan.”
“Dini.”Dimas menarik tangannya ingin memeluknya.
“alahh, bhulshit lu.”ucap Dini melepaskan tangannya.
“lu bilang gue itu peri , I’m fairy for you . ternyata bukan , tiga tahun ternyata cuma sampai disini.”ujar Dini lalu pergi.
Dimas memandangnya namun tak mengejarnya, dia lebih memilih Anggi . orang yang telah empat tahun bersamanya, Anggi... orang yang menyuruhnya berpacaran dengan Dini karena tak ingin Dini sakit lagi seperti tiga tahun lalu karena cintanya ditolak oleh Dimas, Anggi... cinta pertamanya , dan untuk kali ini Anggi pun tak menyuruhnya untuk mengejar atau meminta maaf pada Dini, mungkin Anggi juga telah lelah untuk bersandiwara, dan juga lelah karena harus membagi cinta.
“mungkin memang harus begini jalannya.”ucap Anggi tersenyum kecut, rambut panjangnya yang digerai berterbangan tertiup angin.
“ia sayang, kalau nggak aku ga akan bisa putus sama cewe manja itu.”
Anggi tersenyum lalu merangkul Dimas, “besok Dini harus tau yang sebenarnya.”
“iia, besok kita jelasin yang sebenarnya.”ucap Dimas lalu mengacak-ngacak rambut Anggi. Mereka berdua tersenyum penuh kebahagiaan.
“Din, gue khilaf, gue janji.........
“udah , udah, makasih Dim karena selama tiga tahun lu udah aniaya gue terus, mampus aja lu Dim, karena udah nyakitin gue, lu juga Gi , ngaku mah sahabat, sok peduli , sok perhatian , ternyata lu menggunting dalam lipatan.”
“Dini.”Dimas menarik tangannya ingin memeluknya.
“alahh, bhulshit lu.”ucap Dini melepaskan tangannya.
“lu bilang gue itu peri , I’m fairy for you . ternyata bukan , tiga tahun ternyata cuma sampai disini.”ujar Dini lalu pergi.
Dimas memandangnya namun tak mengejarnya, dia lebih memilih Anggi . orang yang telah empat tahun bersamanya, Anggi... orang yang menyuruhnya berpacaran dengan Dini karena tak ingin Dini sakit lagi seperti tiga tahun lalu karena cintanya ditolak oleh Dimas, Anggi... cinta pertamanya , dan untuk kali ini Anggi pun tak menyuruhnya untuk mengejar atau meminta maaf pada Dini, mungkin Anggi juga telah lelah untuk bersandiwara, dan juga lelah karena harus membagi cinta.
“mungkin memang harus begini jalannya.”ucap Anggi tersenyum kecut, rambut panjangnya yang digerai berterbangan tertiup angin.
“ia sayang, kalau nggak aku ga akan bisa putus sama cewe manja itu.”
Anggi tersenyum lalu merangkul Dimas, “besok Dini harus tau yang sebenarnya.”
“iia, besok kita jelasin yang sebenarnya.”ucap Dimas lalu mengacak-ngacak rambut Anggi. Mereka berdua tersenyum penuh kebahagiaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar